Banjirembun.com - Entah apa maksudnya lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah yang disingkat MI (setingkat SD) mengadakan program "Jumat Bersih." Apakah murni mendidik atau ada maksud lain?
Bagi siswa yang kritisnya kelewatan, dulu ada yang mengatakan bahwa program ini dilakukan karena Madrasah tidak mampu membayar pesuruh kebersihan atau tukang kebun guna menjamin kebersihan lingkungan sekolah.
Di sisi lain, terdapat siswa penurut serta berprasangka positif membatin di hati terkait program itu pasti ada manfaatnya. Selain membiasakan murid rajin bersih-bersih, juga dapat mengajarkan nilai kepedulian terhadap sekitar.
Apalagi, pada tahun kisaran 1997 (28 tahun lalu), di zaman itu masih cukup kental "tekanan" dari pemerintah guna mengatur dan menata rakyatnya agar tetap terkontrol dan disiplin. Adanya program "Jumat Bersih" itulah salah satu buktinya.
Khusus di hari Jumat, sejumlah lembaga pendidikan MI mewajibkan peserta didik agar lebih disiplin menjaga kebersihan. Intinya, hari Jumat harus lebih diutamakan dan dispesialkan menyangkut kebersihan ketimbang hari lain.
Bukan hanya semua siswa yang digerakkan menggalakkan program Jumat Bersih, tetapi seluruh warga Madrasah juga diwajibkan untuk terlibat. Lagi pula, pada kegiatan itu tak ada satu ruangan pun yang bebas dari target bersih-bersih. Termasuk kantin.
 |
Ilustrasi salah satu warga Madrasah yang turut terlibat Jumat Bersih (sumber pixabay.com) |
Di antara program Jumat Bersih meliputi menanam tanaman di musim hujan, menyirami tumbuhan di kala kemarau tiba, mengkreasi taman, membawa peralatan bersih-bersih dari rumah, membersihkan toilet, menata lingkungan, dan masih banyak lagi.
Doktrin halus di atas nyatanya telah membuat sebagian siswa terbawa kebiasaan untuk melakukan bersih-bersih "besar" di hari Jumat. Baik itu saat di indekos, mengontrak, hingga punya tempat tinggal sendiri. Di mana, teringat hari Jumat bakal ingat melakukan bersih-bersih "total" dibanding hari lain.
Bukan cuma itu, hari Jumat bagi umat Islam merupakan hari raya setiap pekan. Dengan menjamin kebersihan di hari Jumat karena niat ingin memperoleh rido Allah pasti bakal mendapat pahala dua kali lipat.
Pahala pertama karena mengagungkan atau menspesialkan hari Jumat dengan wujud bersih-bersih. Sedangkan, pahala kedua lantaran telah beramal saleh berupa bersih-bersih lingkungan.
Tulisan milik *Banjir Embun* lainnya:
Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Doktrin "Jumat Bersih" pada Masa di Pendidikan SD Dulu Telah Berhasil"
Posting Komentar
Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di *Banjir Embun*