Banjirembun.com - Lebih baik dibenci secara pasif atau dimusuhi dengan aktif? Tentulah, paling enak tidak memperoleh keduanya. Sayangnya, kehidupan ini tak semudah itu. Sebab, akan selalu ada orang yang tak suka.
Namun, ada sebagian orang yang memilih dibenci secara pasif. Sedang yang lainnya lebih pilih diserang secara terbuka biar sekalian perang habis-habisan. Dengan itu, tahu mana lawan dan kawan secara pasti.
Bagi individu tertentu, lebih merasa nyaman dan tenteram ketika wujudnya dianggap tak ada. Misalnya, tidak dilibatkan dalam hal-hal yang membahagiakan. Toh, baginya masih banyak cara dalam memperoleh kebahagiaan.
 |
Ilustrasi anak yang diabaikan oleh teman-temannya (sumber gambar pixabay.com) |
Malahan, saat kehadirannya dalam pertemuan tertentu enggak ditanggapi secara pantas pun bukan jadi masalah. Hal itu, bisa menjadi alasan untuk menjaga jarak. Tanpa perlu ada rasa bersalah.
Kalau tidak dibutuhkan, lalu kenapa mesti mengemis perhatian dan pengakuan? Tatkala, enggak diajak terus buat apa ikut? Bukankah hal itu bakal merendahkan diri sendiri?
Dipaksakan terus membersamai juga berpeluang menyakitkan hati. Sudahlah, masih ada insan lain yang mau menemani secara tulus. Kalau tidak sekarang, suatu saat nanti bakal menemukan.
Terpenting, kehidupan pribadi enggak diganggu dan dirusuhi. Semua bakal tetap masih aman dan nyaman.
Mau diabaikan, tak diajak, tidak dibantu, hingga enggak disapa bukankah suatu masalah besar. Asal, jangan diganggu atau dirusuhi.
Di antara bentuk gangguan itu bisa berwujud suara bising, sindiran keras, penghinaan, pencurian, mengganggu saat berkendara, dan masih banyak lagi.
Intinya, didiamkan atau diacuhkan bukanlah suatu yang membuat gundah. Tak perlu dirisaukan. Masih ada kok manusia lain yang mau diajak ngobrol.
Lagi pula, masih terdapat tempat lain yang cocok untuk dijadikan tambatan hati guna melabuhkan lelah fisik dan jiwa. Oleh sebab itu, luaskan pandangan dan jauhkan kaki dalam melangkah.
Hindari terlalu menyempitkan pikiran dan berlebihan dalam membatasi gerak badan!
(*)
Tulisan milik *Banjir Embun* lainnya:
Terima kasih telah membaca tulisan kami berjudul "Bagi Sebagian Individu, Lebih Nyaman Wujud dan Hadirnya tak Dianggap Ada daripada Diganggu atau Dirusuhi"
Posting Komentar
Berkomentar dengan bijak adalah ciri manusia bermartabat. Terima kasih atas kunjungannya di *Banjir Embun*